Comparison
Flo vs Maya 2026: Privasi, Fitur & Harga Dibandingkan
Our verdict
Flo was accused of sharing menstrual data with Google and Meta, and settled a class action in 2025. Maya was caught by Privacy International sharing diary entries and health data with Facebook. Both apps have documented histories of sending your most intimate data to advertising companies.
Flo vs Maya vs PinkyBloom
| Feature | Flo | Maya | PinkyBloom |
|---|---|---|---|
| Price | ~$49.99/yr premium | Free with ads + IAP | Free |
| Users | 440M+ | 10M+ downloads | Growing |
| Data storage | Cloud (Flo servers) | Cloud-based | Stored on your phone |
| Privacy track record | $56M class action | Documented Facebook data sharing | Never sold, no ads; partner sharing end-to-end encrypted |
| AI assistant | Cloud-based chatbot | Built-in AI assistant (Pinky) | |
| Voice logging | |||
| Mood forecasts | |||
| Account required | Email required | Account required | No account needed |
| Ads | Ads in free tier | Yes (ad-supported) | No ads ever |
| Doctor visit reports | |||
| Health vault | Face ID protected | ||
| Languages | Many | Several (strong in South Asia) | 71 languages |
Overview
Flo dan Maya adalah pelacak periode yang populer dengan basis pengguna yang tumpang tindih, terutama di Asia Selatan. Flo adalah pemimpin global dengan 440 juta pengguna, sebuah platform kesehatan komprehensif dengan chatbot AI, forum komunitas, dan konten yang luas. Maya oleh Plackal Tech lebih kecil tetapi sudah mapan di India, Pakistan, Bangladesh, Nepal, dan Sri Lanka dengan lebih dari 10 juta unduhan.
Flo menarik bagi pengguna yang menginginkan platform kesehatan yang kaya fitur dan serba ada. Maya menarik bagi pengguna yang menginginkan pelacak periode yang sederhana dan mudah diakses dengan tips kesehatan yang disesuaikan untuk audiens Asia Selatan.
Kebenaran yang tidak nyaman adalah bahwa kedua aplikasi telah tertangkap membagikan data kesehatan intim pengguna dengan Facebook. Flo melakukannya dalam skala besar; Maya melakukannya melalui entri jurnal yang rinci dan data interaksi aplikasi. Untuk basis pengguna gabungan mereka yang berjumlah lebih dari 450 juta orang, ini mewakili salah satu pelanggaran privasi kolektif terbesar dalam sejarah aplikasi kesehatan.
Privacy comparison
Both Flo and Maya have documented records of sharing user health data with Facebook — making this comparison a case study in why cloud-based period trackers are fundamentally vulnerable.
Flo's record spans two federal proceedings. The FTC alleged data sharing with Google, Facebook, and analytics firms in 2021, and Flo settled with no fine and no admission. A class action settled in 2025; Flo paid $8M of a $56M total. A California jury found Meta liable for eavesdropping on Flo users' menstrual data.
Maya's violations were documented by Privacy International's landmark 2019 investigation "No Body's Business But Mine." The investigation found Maya transmitted intimate data — including diary text entries where users described symptoms, moods, and sexual activity — to Facebook's SDK. Users writing private health notes were unknowingly sending them to one of the world's largest advertising companies.
Maya is also ad-supported, meaning additional advertising SDKs collect data alongside the Facebook SDK. For Maya's South Asian user base, where digital privacy awareness varies widely, this represents an especially harmful betrayal of trust.
PinkyBloom has no Facebook SDK, no advertising SDKs, and no account. Your cycle log is stored on your phone, not in an account on our servers, and it's never sold.
Features and intelligence
Flo is the more feature-rich app: cloud-based AI chatbot, 70+ symptoms, community forums, pregnancy mode, and thousands of expert articles. It's built to be a comprehensive health platform.
Maya provides solid basic features: cycle predictions, ovulation estimates, symptom logging, a text diary, and health content tailored to South Asian audiences. It's simpler and more accessible but lacks advanced intelligence.
Neither app offers voice logging or predictive mood forecasting.
PinkyBloom supports 71 languages (including Hindi, Bengali, Tamil, Telugu, Kannada, Malayalam, Marathi, Gujarati, Urdu, and Punjabi) and delivers AI features neither app can match. Voice logging, mood forecasts, doctor visit reports, and encrypted partner sharing — available to users across South Asia and beyond.
Pricing comparison
Flo mengenakan biaya ~$49.99/tahun untuk premium. Tingkat gratis memiliki iklan. Maya gratis dengan iklan dan menawarkan pembelian dalam aplikasi. Keduanya memonetisasi melalui iklan — infrastruktur periklanan yang sama yang memungkinkan berbagi data mereka yang terdokumentasi.
Pertanyaan biaya sebenarnya adalah tentang apa yang Anda bayar di luar uang. Baik Flo maupun Maya telah membuktikan bahwa tingkat "gratis" atau didukung iklan mereka datang dengan biaya tersembunyi dari data kesehatan Anda yang mengalir ke perusahaan periklanan.
PinkyBloom gratis. Tidak ada iklan. Bagi pengguna di seluruh Asia Selatan dan secara global yang menginginkan pelacak periode yang menghormati privasi mereka, PinkyBloom adalah pilihan yang jelas.
There's a better option
Flo shared data with Google and Meta. Maya shared diary entries with Facebook. Both have proven they can't be trusted with your reproductive health data. PinkyBloom never sells your data and shows no ads — 71 languages including comprehensive South Asian coverage.
